Warga Bicara: Saya Tak Mengenal Calon Walikota Depok Kecuali Namanya Saja

speakOut

Oleh Ibnu Syarif

Menjelang pilkada serentak pada desember mendatang, atmosfir politik di Kota Depok memang meningkat. Banyak spanduk atau baliho dijalan-jalan Kota Depok yang berisi gambar para tokoh yang akan maju dalam pilkada desember mendatang. Gambar dengan senyum yang teramat manis dibalut slogan-slogan khas masa kampanye, mungkin para tokoh ini berusaha memperkenalkan diri mereka kepada masyarakat Kota Depok. Beberapa tokoh juga melakukan sosialisasi dengan datang mengunjungi acara-acara kemasyarakatan seperti pengajian, peresmian ini itu, gelar budaya, dan lain sebagainya.

Tak salah memang, bahkan lumrah. Terlalu lumrah malah, hingga terkesan para tokoh  ini hanya “turun” kalau ada maunya saja. Sementara diwaktu-waktu normal -bukan jelang pemilu/pilkada- saya tak membaca ada nama-nama  para tokoh ini dalam isi berita yang bersifat kegiatan masyarakat.

Tokoh-tokoh ini memang masuk pemberitaan, namun  beda topik. Entah  itu berita kunjungan kerja keluar daerah,  berita seputar konflik partai-nya, atau bahkan berita tentang  penyelewengan anggaran yang dia lakukan.

Intinya, dimasa normal, saya tak  melihat mereka bekerja untuk masyarakat Kota Depok kecuali segelintir  nama saja.  Itupun bukan tokoh dari partai politik. Selebihnya tak  ada yang menjual prestasi dan lebih menjual nama dan jabatannya sebagai ketua ini itu.

Masuk era tak  normal -jelang  pemilu/pilkada- tiba-tiba nama-nama ini beredar menghiasi kolom-kolom headline baik media lokal ataupun media nasional. Nama-nama ini tiba-tiba berubah menjadi  sosok superman untuk kota Depok dan sudah melakukan berbagai hal luar biasa sehingga merasa dirinyalah yang paling pas untuk memimpin Kota Depok.

Jujur, sebagai warga Depok, saya tak mengenal para calon Walikota Depok ini kecuali namanya saja. Tak ada prestasi dan tak ada program kerja yang jelas. Dan ini membuat saya bingung siapa yang akan  saya pilih nanti, atau saya akan  kembali masuk kedalam kelompok Golput yang dikota ini  jumlahnya konon hingga 60 persen?.

Pemberitaan Media yang tak berimbang.

Dengan latar belakang saya sebagai seorang pekerja media, tentu saya juga mengikuti perkembangan Kota Depok melalui beberapa media lokal, terutama jelang musim tak normal ini.

Sayangnya, saya juga masih menemukan banyak berita yang seolah-olah pesanan tokoh atau partai tertentu. Hal  ini, bagi sebagian orang dianggap lumrah, terutama paska pilpres 2014 dimana ada dua kelompok media besar nasional yang menjadi corong masing-masing kubu yang berkompetisi merebut simpati masyarakat Indonesia.
Tapi, apakah simpati yang mereka dapatkan?, silahkan anda jawab sendiri pertanyaan ini.

Dikelas lokal – media lokal  Depok-, pemberitaan  yang tak seimbang ini sangat tampak jelas. Media online DN misalnya, yang beberapa hari lalu mengangkat isu negatif -bahkan cenderung hoax dan fitnah- tentang seorang bakal calon walikkota dari jalur independen. Anda juga bisa melihat bagaimana media online DN memberitakan secara berlebihan tentang figur yang diusung parpol tertentu.

Jadi lumrah mengingat media online DN konon milik salah seorang politisi parpol berkuasa di Depok. Tapi, ketika media menjadi corong bagi parpol atau tokoh tertentu maka ia telah berubah menjadi media pelacur dan mengenyampingkan fungsi sebenarnya.

Selebihnya saya sangat berharap agar media lokal Kota Depok bisa menjadi media yang independen dan lepas dari intervensi politisi dalam menyajikan pemberitaan. Lepas dari siapapun nama yang ada dibelakang media tersebut.
Hal ini menjadi penting karena saya sebagai seorang warga depok, mungkin juga sebaimana warga Depok lainnya, mengharapkan berita yang netral dan independen sehingga saya bisa mengenal tokoh-tokoh calon wali kota Depok yang sebenarnya. Bukan sekedar namanya saja yang dibalut berita bohong media.
Terima ksih.

Ibnu Syarif
Penulis adalah seorang pekerja pers nasional yang berdomisili di kecamatan Sukmajaya.

 

Tanggapan Redaksi:

Redaksi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ibnu Syarif atas masukannya terkait konten media lokal, semoga bisa menjadi acuan bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi dan tetap independen dalam menyajikan berita.

Redaksi DEPOKPOS menyediakan kolom khusus WARGA BICARA untuk anda Warga Depok dari semua kalangan, sebagai sarana menyampaikan aspirasi, kritik, harapan ataupun sekedar unek-unek seputar Kota Depok dalam bentuk tulisan.

Silahkan kirim tulisan anda ke email [email protected] dengan subjek WARGA BICARA.

Komentar

komentar