Nelayan Aceh Dilarang Selamatkan Pengungsi Rohingya “Bahkan Jika Mereka Tenggelam Sekalipun”

Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya

Depokpos – UNHCR memuji penanganan pengungsi Rohingya dan imigran Bangladesh yang terdampar di Aceh. “Alhamdulillah, pemerintah Langsa dan masyarakat baik hati sekali. Aliran bantuan mengalir untuk mereka. Kami terharu sekali,” ujar Public Information Officer UNHCR Indonesia Mitra Salima Suryono. “Kami memastikan kebutuhan dasar pada masa darurat ini terpenuhi.”

Seorang imigran Rohingya, Mohamad Tayoub Ali, 25 tahun, mengaku senang berada di lokasi penampungan Kuala Langsa. “Masyarakat Aceh ramah-ramah dan baik sekali pada kami. Mereka memberi kami makanan, minuman, pakaian,” kata dia.

BACA JUGA:  Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengumumkan kepada sejumlah nelayan asal Aceh dan melarang untuk menjemput imigran gelap asal Myanmar dan Bangladesh.

Dikutip BBC Indonesia, dua nelayan Aceh mengaku dilarang menyelamatkan para pengungsi Rohingya dari laut, “bahkan jika kapal mereka tenggelam sekalipun.”

Sebelumnya, sejumlah nelayan Aceh mengatakan, mereka merasa terpanggil untuk membantu para pengungsi yang sebagian adalah etnis Rohingya dari Myanmar.

“Kami mendengarkan teriakan Allahu Akbar dan sebagian laki-laki terjun ke laut, untuk mencapai kapal kami,” jelas Ar Rahman, salah seorang nelayan, kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari. (mi/BBC)

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

Komentar

komentar