Merubah Sampah Menjadi Rupiah

Bank Sampah Seruni
Bank Sampah Seruni Bersih

Depokpos – Setahun lebih didirikan, Bank Sampah Seruni Bersih, masih tetap konsisten menimbang sampah. Kini bank sampah yang berdiri Oktober 2013 lalu bersiap mengolah sampah organik menjadi kompos.

Ketua RW6, Lucita Emilia menyebutkan, secara bergantian ibu-ibu dari wilayah lain berdatangan membawa sampah untuk ditimbang, diubah dari yang sebelumnya tidak ada harganya, menjadi sejumlah rupiah yang nominalnya tercatat di buku saldo.

“Kegiatan bank sampah positif sekali, karena sambil menimbang dan santai, juga meningkatkan tali silaturahmi antar warga, walau pun sebulan sekali,” kata Lucita.

Di sela-sela penimbangan, Ketua Bank Sampah Seruni, Primi Sedyoastut mengatakan, bank sampah yang diketuainya itu sudah rutin melakukan penimbangan, tiap Selasa minggu ke tiga dan anggotanya sudah terlatih memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Yang belum terealisasi sampah organik, kami coba mengembangkan kompos dari sampah organik. Waktu itu pelatihannya sudah ada, hanya belum ada mesinnya. sudah dijanjikan dengan DKP waktu itu,” kata Primi.

Bank sampah yang berlokasi di RT3/6 Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari, kini, memiliki 32 nasabah, dengan saldo sekitar Rp5 juta, ditambah lagi dengan saldo dari sirkulasi barang. Sedangkan, jika nasabah ingin menimbang barang cukup banyak, biasanya langsung dijemput ke rumah.

“Saat penimbangan kami juga menelpon nasabah yang belum datang. Paling banyak kardus, koran dan air kemasan. Alhamdulillah sudah membantu warga,” papar Primi.

Ia menambahkan, dengan adanya bank sampah juga turut melestarikan lingkungan, agar warga tidak membuang sampah sembarangan di sekitar rumah.

“Seperti membakar sampah pastik, tanah akan terkontaminasi, dan untuk melebur plastik membutuhkan 200 tahun,” pungkasnya. (mi)

Komentar

komentar