KAMRA Kecam Keras Pengusiran Pengungsi Rohingya oleh TNI-AL

Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya

Ketua Komite untuk Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA), Ustadz Bernard Abdul Jabbar mengaku prihatin dengan pengusiran yang dialami Muslim Rohingya ketika hendak mengungsi di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.

“Kita sangat prihatin atas pengusiran yang dilakukan TNI-AL kepada pengungsi Rohingya yang tiba di Aceh dan terusir dari Malaysia,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, pada Ahad (17/05) di Jakarta

Padahal, ribuan Muslim Rohingya lainnya juga telah sampai di perairan Asia tenggara mengharapkan bantuan untuk mengungsi. Menurut dia, pemerintah seharusnya memberikan perhatian cukup kepada masalah pengungsi Rohingya. Sebab, masalah ini adalah masalah kemanusiaaan yang harus dijunjung oleh pemerintah.

“Ini kan masalah kemanusiaan, pemerintah harusnya perhatian bukan malah mengusir. Jangan sampai pemerintah melakukan perlakuan kejam terhadap warga Rohingya,” ujar Ustadz Bernard.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Rayakan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Anak-Anak Banjarmasin

KAMRA, lanjutnya, mengecam keras tindakan aparat keamanan yang mengusir para imigran Rohingya. Serta mengecam ketidakpedulian pemerintah terhadap imigran tersebut.

“Seharusnya mereka ditempatkan ditempat yang nyaman, bukan diusir. karena mereka sedang teraniaya,” ungkapnya.

KAMRA, menurutnya, sudah menurunkan tim ke lokasi pengungsian imigran Rohingya di Aceh untuk memberikan sejumlah bantuan kemanusiaan.

“Selasa lalu kita sudah ke sana, kita berikan bantuan kepada pengungsi dan mendorong pemerintah setempat untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pengungsi Rohingya,” terang Ustadz Bernard.

KAMRA, lanjutnya, akan memberangkatkan tim kembali pada hari Selasa besok (19/5) untuk memberi bantuan susulan kepada paa pengungsi. “Kita akan berangkat lagi, kita akan salurkan bantuan kaum Muslimin yang berhasil dikumpulkan dari masjid-masjid,” ucap Ustadz Bernard.

BACA JUGA:  RS Baznas Parimo Rampung, Siap Diresmikan Presiden Jokowi

Ustadz Bernard juga mengaku bangga dengan sikap masyarakat Aceh pada umumnya, atas kepedulian terhadap saudara mereka imigran Rohingya.

“Saya mengapresiasi sikap masyarakat Aceh, mereka begitu peduli memberikan bantuan kepada pengungsi. Walaupun pemerintahnya belum maksimal. Kita harap hal ini juga dicontoh oleh semua pihak, karena pengungsi ini saudara kita sesama Muslim,” terangnya.

Seperti diketahui, ratusan pengungsi dari Myanmar dan Bangladesh diusir pergi oleh angkatan laut Indonesia dan Malaysia. Tak disangka, mereka justru selamat karena kebaikan hati para nelayan Aceh yang membawa mereka ke darat dan memberi mereka makan. Ratusan Muslim Rohingya itu terdampar di pantai Aceh Utara sejak Ahad (10/5) lalu.

BACA JUGA:  Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

Pemerintah Aceh melalui Gubernur Aceh Zaini Abdullah dilaporkan telah memberikan bantuan berupa sandang dan papan. Selain itu, juga membantu pakaian, sarung, perlengkapan tidur, peralatan mandi, dan sejumlah bantuan lainnya.

Berdasar data Dinas Sosial Aceh, saat ini Muslim Rohingya yang ditampung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lhoksukon, Aceh Utara, berjumlah 469 jiwa terdiri dari 98 wanita, 51 anak-anak, dan selebihnya adalah laki-laki. Beberapa dari mereka saat ini sedang menjalani perawatan medis karena kondisi tubuh yang lemah. ( )

 

Sumber: kiblat.net

Komentar

komentar