Jelang Petang, Depan Istana Merdeka Kian Tegang

Massa pengunjuk rasa membakar ban di depan Gedung Istana Merdeka, Rabu (20/5). (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
Massa pengunjuk rasa membakar ban di depan Gedung Istana Merdeka, Rabu (20/5). (CNN/Gilang Fauzi)

Depokpos – Menjelang petang, semangat aksi pengunjuk rasa di depan Gedung Istana Merdeka yang didominasi oleh kalangan mahasiswa tanpa henti meneriakkan segala jenis tuntutan terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Setelah terjadi insiden bakar ban, peserta aksi kali ini menarik pagar kawat duri yang membatasi areal steril Istana dengan ruas jalan yang menjadi titik lokasi demonstrasi.

Aksi tersebut mendapat respons dari pihak kepolisian. Tarik-menarik pagar kawat duri pun tak terhindarkan. Polisi berusaha menenangkan massa aksi namun pagar kawat duri tetap dipaksa ditarik oleh pengunjuk rasa.

BACA JUGA:  Milad ke-1, Jawara Betawi Gelar Tasyakuran

Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan kecil antara pihak aparat kepolisian dengan massa pengunjuk rasa.

Mulanya hanya satu botol air mineral yang melayang dan mendarat persis di depan barisan polisi yang bersiaga. Namun aksi itu memicu peserta aksi lainnya untuk melakukan hal yang sama. Botol-botol pun berhamburan melayang ke arah barisan polisi.

Insiden kecil itu tak berlangsung lama. Pihak kepolisian berusaha menahan diri dan tetap mengutamakan pendekatan persuasif.

Pagar kawat duri akhirnya ditarik kembali oleh pihak kepolisian dan peserta aksi kembali berorasi diselingi yel-yel perjuangan. “Revolusi! Revolusi! Revolusi sampai mati!” teriak mereka.

BACA JUGA:  Hadapi Tantangan Dunia Kerja, Telkomsel Bekali Mahasiswa Jabotabek dengan Sertifikasi Bertaraf Internasional

Unjuk rasa pada Hari Kebangkitan Nasional, sedikitnya diikuti oleh 4 ribu orang dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Para demonstran akan berkumpul terlebih dahulu di Bundaran HI sebelum bergerak ke beberapa sasaran lokasi. (mi/CNN)

Komentar

komentar