Institut Musik Jalanan, “Kampus”nya Seniman Jalanan

imj 7

DEPOKPOS – Sop Ubi Makassar. Menerima pesanan untuk berbagai acara”. Tulisan itulah yang terbentang di Kedai Ekspresi yang berada di Jalan Baru Kampung Lio, Ujung Fly Over Arif Rahman Hakim – Kota Depok, Jawa Barat. Kebanyakan anak gaul atau “anak nongkrong” mengenal kedai ini dengan nama Institut Musik Jalanan atau yang ngetop disebut IMJ.

Bagi yang belum mengenal IMJ, pasti bertanya-tanya, ini kedai atau kampus? Kok menggunakan Institut, seperti halnya institusi pendidikan formal yang ada. Kedai Ekspresi hanyalah salah satu unit usaha IMJ guna menunjang biaya operasional sehari-hari, seperti kebutuhan listrik, biaya produksi, distribusi dan manajemen.

BACA JUGA:  Belajar Kehidupan Dari Film Pursuit of Happyness

Ini bukan sebatas kedai yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Dan bukan sekedar tempat orang muda berkongkow ria, melainkan juga menjadi wadah bagi musisi dan seniman jalanan untuk berkarya dan mengembangkan bakat musiknya.

imj 3Institut Musik Jalanan didirikan oleh tiga orang yang berjuang dengan gigih dibidangnya masing-masing. Andi Malewa, pendiri rumah baca terminal Depok, Iksan Skuter, seorang musisi dan music director yang telah malang melintang dalam industri musik baik major maupun indie dan Frysto Gurning, dengan latar belakang sebagai seorang entrerpreneur. Persahabatan yang terjalin diantara ke tiga founder inilah yang melahirkan IMJ.

BACA JUGA:  Belajar Kehidupan Dari Film Pursuit of Happyness

Berawal dari perbincangan ringan disebuah warung kopi pada pertengahan tahun 2013, Andi, Iksan dan Frysto kemudian merumuskan ide pembentukan Institut Musik Jalanan.

Tepat di akhir tahun 2013, Andi Malewa, Iksan Skuter dan Frysto Gurning mematangkan ide-ide pembentukan IMJ. Januari 2014, atas kesepakatan ketiga pendiri IMJ inilah Gedung IMJ yang di rancang sepenuhnya oleh Burhan Malewa ( ayah dari Andi Malewa ) kemudian terealisasi.

IMJ dibangun diatas tanah seluas 300 meter persegi dengan status sewa lahan selama 3 tahun. IMJ, bukan hanya sebagai ruang rekaman gratis bagi pengamen/ musisi jalanan, IMJ juga sangat serius menggarap sebuah label rekaman. Saat ini Gedung IMJ memiliki fasilitas dan asset sebagai berikut Ruang Rekaman, kantor Manajemen, Stage Akustik, satu set alat rekaman, satu set alat musik Akustik, ruang pembekalan kelas musik.

BACA JUGA:  Belajar Kehidupan Dari Film Pursuit of Happyness

Sesekali mampirlah ke Kedai Ekspresi yang juga sekretariat IMJ. Sabtu-Minggu, kedai ini lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Bawalah rekan anda untuk bergabung dengan komunitas music, sambil menikmati menu pilihan, seperti Nasi Goreng, Es Pisang Ijo, Mie Susu, Roti Bakar, Roti Goreng Es Krim. Kedai ini dibuka sejak pukul 10.00 – 23.00 WIB. (Adhes Satria)

Komentar

komentar