Ini langkah yang harus diambil jika Menpora ingin selamatkan klub

logo-fifa-logo-pssi_20150412_155035_je2lzv

Depokpos, Jakarta – Manajer Umum Pusamania Borneo FC (PBFC), Aidil Fitri, menyarankan agar Menpora segera mencabut pembekuan demi keberlangsungan klub-klub ISL. Menurutnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, masih bisa menyelamatkan klub bila mencabut pembekuan PSSI.

Sanksi FIFA memnag tengah mengintai eksistensi persepakbolaan Indonesia setelah intervensi yang dilakukan Menpora. Lewat surat FIFA yang dikirim kepada PSSI, FIFA memberikan tenggat hingga tanggal 29 Mei 2015 agar masalah ini bisa diselesaikan.

Bentuk intervensi yang dilakukan Menpora sendiri selain membekukan PSSI, adalah menginstruksikan kepolisian untuk tidak mengizinkan laga ISL digelar.

Klub-klub jelas mengalami kerugian besar dengan kebijakan yang dibuat oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini. Pernyataan Menpora yang konon ingin menyelamatkan klub Indonesia, justru berbanding terbalik dampaknya terhadap klub-klun peserta ISL.

“Langkah-langkah yang harus dilakukan Menpora jika ingin menyelamatkan klub adalah, Menpora harus akui dulu PSSI dan cabut dulu pembekuan. Setelah itu baru putarkan kompetisi (di bawah PSSI), itu baru namanya menyelamatkan klub dari berbagai masalah yang kini terjadi,” ungkap Aidil dalam rilis yang diterima wartawan.

Saat ini, PSSI adalah satu-satunya organisasi yang memiliki hak untuk memutar roda kompetisi, seperti yang dilontarkan FIFA. Menpora sendiri telah diperingati oleh FIFA lewat suratnya untuk tidak mengintervensi PSSI termasuk kompetisi yang berada di bawah naungannya.

“Selain itu, jika Menpora ngotot menjalankan kompetisi di bawah mereka atau saya dengan di bawah tim transisi, itu arahnya ke mana? Apakah diakui oleh FIFA? Saya yakin kompetisi akhirnya tidak akan jelas. Malahan yang ada, sanksi dari FIFA yang akan diterima sepak bola Indonesia,” pungkasnya. (mi)

Komentar

komentar