Gelaran Piala Kemerdekaan Dibawah Ancaman Sanksi FIFA, Akankah Terlaksana?

Bibit Samad Rianto
Bibit Samad Rianto

Depokpos – Ketua Tim Transisi, Bibit Samad Riyanto menjelaskan Piala Kemerdekaan yang dibesut Tim Transisi dibuka untuk umum, tidak hanya klub Indonesia Super League (ISL), atau Divisi Utama saja. Tapi klub asal luar negeri pun diperkenankan mendaftar turnamen yang bakal dimulai bulan Juni mendatang.

“Semua bisa ikut, klub dari luar pun bisa daftar. Asal mereka klub yang legal,” jelas Bibit beberapa waktu lalu, di kantor Kemenpora.

Namun kendala terbesar dari ajang tersebut adalah minimnya peserta. Sebab semua klub ISL telah bersepakat tak akan mengikuti kompetisi yang tidak diakui oleh induk organisasi sepak bola dunia, FIFA. Dalam hal ini hanya kompetisi buatan PSSI yang diakui oleh FIFA.

Tidak hanya itu, sekalipun mereka berencana mengundang tim-tim dari luar Indonesia. hal itu bakal sulit terealisasi. Sebab semua tim yang berkompetisi secara resmi di belahan dunia mana pun tunduk kepada FIFA. Sedangkan saat ini Kemenpora sedang dalam ancaman FIFA, yang sebelumnya melakukan intervensi kepada anggotanya, yakni PSSI.

Jika pendaftaran dibuka pada awal Juni mendatang dan sepak bola Indonesia terlanjur mendapakatkan sanksi FIFA pada 29 Mei, maka dipastikan tak ada satupun klub luar negeri yang bisa mendaftar, sementara klub peserta ISL telah sepakat tak akan mengikuti gelaran ini.

Selain kendala peserta, kendala lainnya ada pada perangat pertandingan. Lantaran wasit yang memenuhi standar kualitas di Indonesia adalah milik PSSI. Maka satu-satunya cara agar turnamen tersebut bisa terselenggara adalah dengan berkoordinasi dengan PSSI. Tentunya sebelum batas waktu yang diberikan oleh FIFA, hingga Jumat (29/5) mendatang.

Namun sekali lagi inipun merupakan kendala tersendiri mengingat PSSI tak lagi diakui pemerintah sebagai organisasi resmi. Kalaupun seandainya pemerintah melunak dan bersedia berkoordinasi dengan PSSI, artinya secara tidak langsung pemerintah mengakui keberadaan PSSI.

Kemudian untuk format turnamenpun masih belum jelas. Terkait itu Bibit menyatakan untuk penentuan format turnamen masih menunggu jumlah peserta yang akan ikut serta. Bahkan pihaknya juga belum menetapkan batas jumlah peserta turnamen itu. (mi)

Komentar

komentar