Emil Dardak Nyatakan Siap Maju Pilkada Depok Dari Jalur Independen

Emil Dardak
Emil Dardak bersama istri Arumi Bachsin

Depokpos – Didatangi sejumlah perwakilan komunitas dan mahasiswa yang tegabung dalam Gerakan Muda Depok (GMD) di kediamannya di Cinere, Minggu (10/5), akhirnya, Senin malam (11/5), Emil Dardak menyatakan sikapnya untuk bergabung bersama GMD dan siap maju sebagai cawalkot independen (non-partai politik) bila memungkinkan dalam persyaratannya.

Penyataan kesiapan suami dari artis Arumi Bachsin ini untuk maju sebagai Calon Wali Kota (Cawalkot) di Pilkada Depok memang banyak ditunggu oleh sejumlah kalangan, mengingat Emil yang juga pakar tata ruang dan perkotaan juga dilirik salah satu parpol di Depok.

“Dari dorongan gerakan ini, bila saya harus maju menjadi Cawalkot Depok, saya akan maju dari jalur independen dan berjuang bersama teman-teman. Saya siap mundur dari dukungan parpol yang telah meminta saya maju (sebagai kepala daerah) di kampung halaman saya, Trenggalek maupun Blitar, bila ini dapat menjadi pembelajaran politik dan perjuangan baru arus bawah dalam demokrasi,” kata Emil, Senin, 11 Mei 2015.

Terlebih, dukungan agar dirinya maju sebagai cawalkot alternatif dari jalur independen juga disuarakan oleh calon alternatif lain yang juga diusung GMD, yakni Heri ‘Blangkon’ Syaefudin, yang juga dikenal sebagai pejuang ruang publik di kalangan komunitas Depok.

Tidak itu saja, dalam pernyataannya ini, Emil juga menyebut nama cawalkot altenatif lainnya, yakni Andi Malewa, aktivis sosial yang juga founder Institut Musik Jalanan (IMJ) dengan nada menantang untuk maju bersamanya sebagai pasangannya di jalur independen ini.

“Ini merupakan perjuangan sesungguhnya. Bagi saya, bila 130 ribu dukungan yang menjadi syarat jalur independen tepenuhi dalam tenggat waktu yang sangat dekat, ini sudah merupakan kemenangan besar kita semua. Kemenangan bagi saya adalah dapat membuahkan pembelajaran demokrasi yang sehat lewat jalur independen,” tegas warga cinere yang pernah meraih predikat Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang ini saat berusia 22 tahun.

Pernyataan Emil Dardak ini pun disambut positif oleh GMD, yang merupakan kolaborasi gerakan komunitas dengan gerakan mahasiswa, dengan mempersiapkan pembentukan relawan-relawan dan aksi pengumpulan KTP sebagai syarat pendaftaran cawalkot dari jalur independen. (mi)

Komentar

komentar