Disuruh Bayar Rp 1,5 Juta untuk Perpisahan, Orang Tua SMPN 8 Depok Mengeluh

Puluhan orangtua siswa SMPN 8 Depok mendatangi sekolah menanyakan besaran uang perpisahan yang mencapai Rp1,5 juta per sisw
Orangtua siswa SMPN 8 Depok keluhkan besaran uang perpisahan yang mencapai Rp1,5 juta per siswa.

Depokpos – Puluhan Orang tua murid kelas IX, SMP Negeri 8 Kota Depok meminta Dinas Pendidikan menindak para guru dan kepala sekolah yang meminta uang pungutan perpisahan sebesar Rp1,5 juta/siswa. Para orang tua siswa itu keberatan dengan nominal dana perpisahan yang telampau tinggi. Apalagi, pungutan uang tersebut dilakukan sekolah dengan alasan sumbangan siswa.

Awal mula pungutan ini terjadi ketika pihak sekolah mengumpulkan orangtua pada 8 November 2014 lalu. Sekolah lalu mengumumkan mengenai dana sebesar Rp 1,5 juta yang akan dibebankan kepada tiap siswa kelas IX. Dana itu antara lain untuk sumbangan bagi kegiatan perpisahan sekolah.

Besarnya pungutan ini langsung mendapat respons keberatan dari pihak orangtua murid. Salah satunya, orangtua murid siswa kelas IX bernama Yanti. Ia merasa jumlah uang perpisahan itu nilainya terlalu besar.

“Memang ini muncul dari komite sekolah dan kemudian disetujui sekolah. Saya sama puluhan orang tua siswa yang lain keberatan, buat apa dana sebesar itu untuk perpisahan,” katanya kepada wartawan, Rabu (6/5).

Ia juga mengatakan pernah mengkonfirmasinya dengan Kepala Sekolah dan Komite SMP Negeri 8. Akan tetapi justru kata dia, kepala sekolah beralasan, dilakukan pungutan sebesar itu karena dana BOS tak cukup untuk membantu untuk kegiatan perpisahan.

“Memangnya bisa dana BOS dialihkan untuk perpisahan. Alasan Kepsek ini kewenangan komite sekolah dan tidak sangkut pautnya dengan sekolah,” jelasnya.

Menurut Yanti, pihak sekolah pun memberlakukan lima kali cicilan kepada orang tua murid untuk melunasi sumbangan perpisahan. Cicilan itu sebesar Rp300 ribu/siswa. Hingga kini, tagihan masih berlangsung. (mi)

Komentar

komentar