Banyak Anggaran SMPN 8 Depok Yang Dinilai Ganjil.

SMP Negeri 8 Depok

Depokpos – Menjelang perpisahan sekolah, siswa-siswi SMP Negeri 8 Depok, Jawa Barat, stres dengan tagihan uang sumbangan, salah satunya untuk kegiatan perpisahan sekolah mencapai Rp 1,5 juta per orang. Meski orangtua ada yang keberatan, namun sekolah tetap menagihnya ke siswa.

“Anak saya terus terang ditagih terus, Bun bayar, Bun, aku ditagih,” kata salah satu orang tua murid, Yanti, kepada wartawan, Rabu (6/5).

Yanti juga menyebutkan, selain ppungutan untuk perpisahan tersebut, ada beberapa rincian angggaran lain yang dirasa ganjil.

BACA JUGA:  Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Sumbang Rp100 Juta Untuk Palestina

Para orang tua murid kata Yanti, merinci anggaran kegiatan berisi 18 poin ada yang terasa ganjil. Misalnya, anggaran untuk pembuatan album dan buku tahunan, yang mencapai Rp 115 juta. Orang tua juga ternyata dibebankan biaya untuk membayar try out yang totalnya puluhan juta rupiah. Yang lebih aneh, ada dana sebesar Rp 16 juta untuk pembayaran ‘transport pegawai UN keluar-masuk’.

“Kalau memang bayaran untuk perpisahan buku tahunan yang jelas, jangan asal bikin angka saja. Tolonglah bikin perincian yang benar. Seharusnya transport itu kan dibayar pemerintah ya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Penggantian Antar Waktu (PAW), Rudi Setiawan Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Depok

Yanti mengaku, jika sebagian orangtua ada yang sudah menyetor membayar. Termasuk dirinya yang sudah membayar Rp 500 ribu. Dari info yang dia dapat, jumlah pungutan di SMP Negeri 8 ini termasuk yang terbesar untuk kegiatan perpisahan sekolah. Apalagi, menurutnya hal ini tidak terjadi di sekolah itu pada tahun sebelumnya.

“Saya cari info, tahun-tahun sebelumnya enggak ada. Baru tahun ini. Mungkin karena kepala sekolahnya baru,” ungkapnya.

Akibat pungutan itu, sambung Yanti, beberapa murid menjadi resah karena belakangan guru di sekolah itu terus menagih siswa untuk membayar uang sumbangan perpisahan ini. Karena itu mereka berharap Disdik memeriksa kepsek dan komite sekolah. Para wali murid ini pun mendesak dana perpisahan itu dihapuskan. (mi)

BACA JUGA:  Penggantian Antar Waktu (PAW), Rudi Setiawan Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Depok

Komentar

komentar