Amnesty International: Peradilan Mursi Hanyalah Sandiwara

Mohammed Mursi
Mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi

Depokpos – Keputusan pengadilan junta militer Mesir yang menjatuhkan hukuman mati kepada mantan presiden Muhammad Mursi dan ratusan lainnya mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Amnesty Internasional. Lembaga Hak Asasi Manusia itu menyebut hukuman tersebut sangat tidak adil.

“Rekomendasi pengadilan Mesir hari ini untuk menghukum mati mantan Presiden Mohamed Mursi dan lebih dari 100 terdakwa lainnya setelah pengadilan sangat tidak adil, menunjukkan betapa memprihatinkannya sistem peradilan pidana di negara itu,” kata lembaga HAM tersebut, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (16/05), dikutip Anadolu Agency.

Wakil Direktur Amnesty untuk program Timur Tengah dan Afrika Utara, Said Boumedouha, menyebut proses peradilan yang dilakukan terhadap para terdakwa tersebut mengabaikan kelengkapan untuk hak asasi manusia.

“Peradilannya dirusak bahkan sebelum dia (Musri dan terdakwa lain) menginjakkan kaki di ruang sidang. Fakta bahwa ia ditahan selama berbulan-bulan tanpa boleh berkomunikasi dan tidak ada pengawasan yudisial dan bahwa dia tidak memiliki pengacara yang mendampinginya selama investigasi, membuat peradilan ini hanyalah sandiwara tanpa dasar dan batal secara prosedur,” kata Said.

Muhammad Mursi dan 105 terdakwa lainnya telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Mesir. Nama mereka telah diajukan ke Mufti Agung Mesir pada Sabtu (16/05) untuk mendapatkan keputusan akhir, apakah hukuman mati dapat dilakukan.

Sementara Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menyatakan bahwa keputusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman mati adalah sesuatu yang menyedihkan. Dia juga mengatakan bahwa diantara nama-nama yang diajukan ke Mufti Agung Mesir, beberapa diantaranya adalah anggota Hamas dan pejuang bagi rakyat Palestina.

“Ini adalah sebuah kasus yang dipolitisasi. Dan putusan tersebut telah mencemari catatan peradilan di Mesir,” kata Sami. (mi/anadolu)

Komentar

komentar