6 WNA Yang Terjaring Razia Petugas Imigrasi Diduga Lakukan Aktivitas Mencurigakan

Razia WNA ilegal
Salah satu WNA asal Inggris yang terjaring razia petugas imigrasi Kota Depok (mi/depokpos)

Depokpos – Setelah pada hari Selasa (5/5) terjaring sepuluh Warga Negara Asing (WNA) dari beberapa perusahaan diwilayah Depok, hari ini, Rabu (6/5), Petugas Kantor Imigrasi Kota Depok kembali meraziabeberapa lokasi yang ditengggarai menjadi tempat berkumpulnya WNA ilegal.

Dari hasil operasi yang dilakukan Petugas Kantor Imigrasi Kota Depok,  yang diberi nama Operasi Bumi Pura Wira Wibawa, hari ini saja terjaring 72 orang WNA ilegal  yang tersebar dibeberapa lokasi di Kota Depok.

Di sebuah rumah milik Ibu Pipih yang disewa atas nama Ibu Selly, di RT 04/03 Pondok Cina, Beji, Kota Depok, petugas berhasil mencokok 6 warga negara asing yang berdokumen ilegal. Yaitu 1 warga Inggris David McLackland, 1 warga Kamboja Huo Sheanghai,  3 warga Philipina Roberto, Edgar, dan Romeo, dan   dan 1 warga Jepang Isyaro.

Kepala Kantor Imigrasi Kota Depok Dudi Iskandar
Kepala Kantor Imigrasi Kota Depok Dudi Iskandar

Dalam keterangannya saat ditemui depokpos dikantornya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok Dudi Iskandar mengatakan, David McLackland, warga Inggris menyalahi Visa Kunjungan dari sponsor Glabal Trading selama di Indonesia, ternyata berkerja di Yayasan Perdamaian Universal (YPU) yang menyelenggarakan seminari pelatihan karakter manusia

Seminar yang dimaksud adalah seminar dengan tema “Orang Muda yang Berkarakter  adalah Harapan Masa Depan”.

Sama halnya 4 warga Philipinan dan 1 warga Jepang, petugas menemukan menyalahi Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) untuk wisata namun beraktivitas seminari untuk pelatihan  dengan organisasi Internasional Youth Convention (IYC) yang berkejasama dengan Yayasan Perdamaian Universal (YPU).

“Ini aneh ini. Kok mengadakan aktivitas tinggal secara sembunyi-sembunyi. Mareka menyalahi izin tinggal selama di Indonesia. Harusnya mareka lapor diri ke Kantor Imigrasi,” sebut Dudi Iskandar kepada depokpos dikantornya,  Rabu (6/5/2015).

Pihak Kantor Imigrasi sedang dalami aktivitas WNA ini yang mencurigakan. Keenam WNA ini yang didampingi seorang peterjemah bernama Selly dari Minahasa, Sulut. Mareka baru 3 pekan mengontrak di rumah ini.

Awalnya Selly sempat berkelit, bahwa David adalah kawannya yang tinggal berdua saja di rumah itu. Ketika ditanya identitas dan tujuannya selama di Indonesia, Selly dan David menjawab berbelit-belit. Ternyata, di dalam dalam rumah ada WNA lainya bersembunyi di dalam kamar yang terkunci.

Menurut Lukman, Ketua RT 04, dirinya dan warga sekitar juga diajak untuk mengikuti seminar ajaran tertentu.

Pihak Imigrasi Kota Depok mengaku masih mendalami kasus ini, terkait materi seminar yang diduga menyebarkan paham tertentu ini. (mi)

Komentar

komentar