SBY: Saya Tidak Pernah Ganggu Partai Lain

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Seusai menghadiri silaturahmi Nasional Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator partainya di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis malam, 16 April 2015, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan alasan di balik permintaan agar Presiden Joko Widodo tak meng-Golkar-kan partainya.

Hal ini terkait permintaan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang meminta kepada Presiden Joko Widodo agar partainya tidak di-Golkar-kan.

“Kami menyampaikan kepada Presiden, berharap agar Demokrat ke depan tidak di-Golkar-kan karena sebentar lagi (persiapan pemenangan) pemilu presiden,” kata Ibas di gedung Nusantara I, Jakarta, Senin, 6 April 2015.

BACA JUGA:  Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

Menurut SBY, permintaan ini dilatarbelakangi opini yang berkembang di masyarakat, yakni adanya campur tangan pemerintah dalam perpecahan di Partai Golkar.

“Katakanlah yang terjadi di Partai Golkar kemudian dianggap ada campur tangan dan intervensi kekuasaan,” kata SBY.

Menurut SBY, benar-tidaknya opini tersebut bakal dijelaskan sejarah dan kebenaran. “Harapan kami, siapa pun, hormatilah partai politik yang berpolitik baik-baik,” ujar dia.

SBY juga menegaskan, selama sepuluh tahun memimpin negeri ini, ia tidak pernah mengganggu partai politik lain. “Tidak pernah ada niat dari saya dan kekuasaan untuk mengganggu kedaulatan partai-partai politik, partai politik manapun,” katanya.

BACA JUGA:  RS Baznas Parimo Rampung, Siap Diresmikan Presiden Jokowi

Bahkan, menurut SBY, selama sepuluh tahun, ia tak pernah mengganggu partai yang menentang, menyerang, dan mengkritik kebijakannya sebagai presiden. “Saya hormati. Itu demokrasi,” ucap dia. (mi/depokpos)

Komentar

komentar