Polri Belum Bisa Tetapkan Tersangka Pembocoran Soal UN

Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charlian, hingga kini belum bisa menetapkan tersangka pembocoran soal Ujian Nasional (UN) 2015, Jumat (17/4). Ia mengaku prosesnya masih pada tahap pemeriksaan.

“Ini belum bisa diperiksa, sementara ini masih kita dalami, ” ungkap Anton kepada wartawan di Kantor Bareskrim Polri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Bareskrim masih melengkapi penyelidikan mengenai bagaimana soal UN tersebut bisa beredar di dunia maya.

Walau belum bisa menentukan siapa tersangkanya, Anton mengaku sekarang ini sudah bisa mengarah ke mana pelaku penyebar soal UN tersebut. “Sementara ini mengarah kepada salah satu pegawai percetakan negara,” ungkap Anton.

BACA JUGA:  RS Baznas Parimo Rampung, Siap Diresmikan Presiden Jokowi

Adapun menurutnya Undang-undang yang dapat menjerat pelaku pembocoran soal UN di dunia maya. “Sementara ini masih menggunakan sangkaan pemalsuan dan pembocoran dokumen rahasia negara melalui Undang-undang ITE No. 11 Tahun 1998,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, ada kebocoran 30 paket soal ujian nasional 2015 yang tersebar melalui internet. Pada Rabu (15/4), Bareskrim juga telah melakukan penggeledahan di percetakan negara RI. (mi/depokpos)

Komentar

komentar