Pemilik Warung di Margonda Ingin Negosiasi Sebelum di Gusur

DEPOKPOS – Walaupun Pemkot Depok saat ini sedang bersiap-siap untuk melakukan penertiban, namun sejumlah pemilik bangunan di Jalan Margonda Depok menyatakan keinginan untuk negosiasi terlebih dahulu. Selain itu, mereka juga menganggap sosialisasi dari pemerintah masih belum jelas.

Satiri, salah seorang pemilik bangunan di Jalan Margonda, mengatakan, dirinya masih sanggup bila yang terkena penertiban adalah 4 meter dari tepi jalan. Namun tidak demikian bila yang dikosongkan adalah radius 10 meter dari tepi jalan. Dia mengharapkan pemerintah bisa memberi keringanan dalam penertiban, karena kalau mengikuti aturan yang ada, bangunan yang dipakainya untuk mencari nafkah selama 25 tahun terakhir akan habis tak tersisa.

“Tahun lalu saya mendengar kabar kalau wilayah ini akan terkena penertiban, tapi tidak kunjung terealisasi. Sekarang, saya baru mendapatkan kabar kalau penertiban ini akan dilakukan kembali,” tuturnya, Rabu (8/4/2015).

Ian, salah seorang pedagang yang menyewa bangunan di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, mengatakan, sudah mendapatkan informasi dari pemerintah bahwa akan ada penertiban bangunan dengan cara mengosongkannya dengan radius 10 meter dari tepi jalan raya. Pengosongan itu dilakukan untuk memberi ruang bagi lahan parkir.

“Tapi, pemilik bangunan ini sedang berusaha negosiasi kepada pemerintah agar diberikan keringan. Kurang tahu kalau bentuk keringanan yang dimaksud seperti apa,” ujarnya.

Malih, penyewa bangunan lainnya, mengatakan, pemerintah seringkali tidak konsisten dalam menegakkan aturan. Hal itu dia katakan dengan bercermin ketika peletakan batu pertama Universitas Indonesia pada masa lampau. Saat itu dia mengaku masih menjadi anggota karang taruna kelurahan tempat tinggalnya di Pondok Cina.

“Saat peletakan batu pertama, rencananya wilayah Jalan Margonda ini tidak boleh dibuat hotel atau apartemen. Kawasan ini rencananya akan dijadikan kawasan pendidikan. Tapi, sekarang kan kedua tempat itu ada di mana-mana di Jalan Raya Margonda.” ujarnya. (mi/depokpos/pikiranrakyat)

Komentar

komentar