Pasca Pembunuhan Deudeuh, Pemprov DKI janji Akan Tertibkan Kost Mesum

Kasus pembunuhan janda cantik asal Depok, Deudeuh Alfi Sahrin di tangan pelanggannya, Rio Santoso, tak pelak membuka tabir praktek prostitusi jaringan rumah kost dan sosial media.

Kasus pembunuhan Deudeuh dengan telak menampar wajah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai barometer dari kota-kota lainnya di Indonesia. Pemprov DKI Jakarta pun geram dan berjanji akan melakukan pengawasan ketat kepada penghuni-penghuni rumah kos dan menutup rumah kos yang terbukti dijadikan arena praktek prostitusi tersebut.

“Kita akan mendata ulang dengan RT dan RW dulu, kalau memang ditemukan penyimpangan di daerah mereka sehingga menjadi prostitusi terselubung akan langsung ditutup,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota Jakarta, Jumat 17 April 2015.

BACA JUGA:  Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

Djarot mengatakan, masyarakat diminta agar lebih mawas diri dan membantu pihak berwajib untuk mengawasi keadaan kos-kosan di lingkungan sekitar rumahnya.

“Kita tidak bisa langsung menjustifikasi sebuah kos-kosan itu tempat prostitusi tanpa adanya laporan dan bukti yang ditemukan dulu dari masyarakat sekitar,” katanya.

Seperti diketahui, Deudeuh korban pembunuhan sadis ini sudah lama memanfaatkan rumah kos sewaannya untuk dijadikan tempat melayani pria-pria langganannya.

Komentar

komentar