Oknum Guru Lakukan Pelecehan, Sekolah Ini Ditutup

Ilustrasi

Depokpos, Jakarta – Puluhan guru dari sekolah Saint Monica, Sunter, Tanjung Priok menggugat Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara Zona 1. Gugatan dilayangkan karena sekolah itu dibekukan terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak didik beberapa waktu lalu.

Mereka melaporkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta agar surat pembekuan itu dibatalkan. “Akibat pembekuan sekolah yang dilakukan Kasudin, kami harus dirumahkan. Sudah hampir satu tahun kami hanya di rumah lantaran sekolah ditutup,” kata Lidya Wardhana, salah seorang guru saat ditemui di PTUN Cakung, Jakarta Timur, Kamis (30/4) dikutip viva.co.id.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Rayakan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Bersama Anak-Anak Banjarmasin

Langkah yang dilakukan Kasudin Pendidikan Jakarta Utara ini dinilai telah menghancurkan 25 guru beserta keluarganya. Pekerjaan yang mereka bertahun-tahun harus terhenti, sekarang mereka hanya bisa “gigit jari”.

“Kalau harus seperti ini, keluarga kami mau makan apa? Saya memutuskan untuk bekerja karena kondisi keuangan keluarga kami pas-pasan,” ujar dia.

Lidya menjelaskan, langkah yang dilakukan Kasudin Pendidikan Jakarta Utara ini sangatlah diskriminatif. Berkaca pada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International School (JIS), sekolah tersebut tetap berjalan seperti biasa.

BACA JUGA:  RS Baznas Parimo Rampung, Siap Diresmikan Presiden Jokowi

“Harusnya, kalau gurunya yang bermasalah, ya gurunya yang ditindak. Bukan sekolahnya yang diberi sanksi,” katanya.

Atas kondisi tersebut, para guru pun berharap agar kasus ini bisa diselesaikan. PTUN diharap bisa mengabulkan tuntutan mereka, dengan membatalkan surat pembekuan yang dikeluarkan Kasudin Pendidikan Jakarta Utara sejak Maret 2014 lalu. (mi)

Komentar

komentar