Balita Tewas di SPBU, Polisi: Orang Tua Mengaku Anaknya Tewas di Sungai

diduga-dianiaya-orangtua-balita-tewas-di-toilet-spbu-iKGPruBUP7_ybsvbx
(Solichan Arif/okezone)

Depokpos, Blitar – Edwin Daniel Nyoto, Balita asal Kelurahan/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditemukan tewas di kamar mandi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Srengat.

“Sebab kami semua menyimpulkan anak ini sepertinya dianiaya hingga tewas. Untung aksi main hakim itu bisa dicegah. Kami kemudian menggelandang yang bersangkutan ke kepolisian, “terang Imam, salah seorang pegawai SPBU.

Menurut Imam, sebelum korban dibawa masuk ke toilet, para saksi melihat Rudiono terlibat cekcok sengit dengan mertuanya.

Tidak jelas apa yang diributkan, Edwin yang bersama neneknya tiba tiba ditarik ayahnya. Bocah itu digelandang masuk ke dalam SPBU. Si nenek mencoba mempertahankan, namun kalah. Rudiono menghalau mertuanya untuk pulang ke rumah yang berjarak sekira 200 meter dari SPBU.

BACA JUGA:  Pemuncak Sayembara Cerpen dan Puisi Rakyat Sumbar Tingkat Nasional 2017 Diumumkan

“Peristiwa itu terjadi di depan SPBU. Sepertinya keduanya bertengkar memperebutkan korban. Setelah tarik tarikan, mertuanya kemudian pulang dengan naik becak, “papar Imam.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kota Blitar AKP Naim Ishak, dalam pemeriksaan Rudiono mengaku anaknya terjebur di sungai kawasan Dam Tempuran, Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, saat hendak memancing. “Menurut pengakuan yang bersangkutan anaknya hanyut sejauh 100 meter di sungai dam sawah, “ujarnya. Acara mancing itu melibatkan empat orang.

Selain korban, Rudiono juga mengajak mertua dan anak sulungnya. Mereka mengendarai sepeda motor. Karena masih kecil, korban berada di depan. Sedangkan anak sulung dan mertuanya membonceng di belakang.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

Saat hendak memutar kendaraan di dam yang lokasinya sempit, kata Rudiono kepada petugas kepolisian, anaknya lepas dan terjatuh ke sungai. Karena kaget, ia hanya termangu di atas kendaraan menyaksikan anaknya terseret arus. Edwin diselamatkan petani warga setempat.

Kondisinya basah kuyub bercampur lumpur. Namun kata saksi, korban dalam keadaan bugar. Karena khawatir diomeli istrinya, sebelum pulang Rudiono memilih memandikan Edwin di toilet SPBU Srengat. “Saat ini kita masih memeriksa saksi saksi. Kita belum bisa memastikan apakah penyebab kematian korban karena dibunuh atau kecelakaan murni, “terang Naim.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Srengat. Pihak Puskesmas langsung merujuk ke Rumah Sakit Umum Swasta Amanda yang berjarak sekira 100 meter. Di ruang observasi RS Amanda tampak Diana dan ibunya menunggui jenazah Edwin. Setelah beberapa jam di sana jenazah akhirnya dibawa pulang ke rumah duka. Tanpa alasan jelas, pihak keluarga menolak polisi melakukan otopsi.

BACA JUGA:  Tak Pandang Usia, Para Murid Perguruan Islam Al Syukro Universal Bantu Rohingya

Menurut Naim, penolakan autopsi tidak menghentikan proses penyelidikan. “Keluarga memang menolak otopsi, tapi ini tidak menghentikan penyelidikan, ” pungkasnya.

Sementara hasil pemeriksaan klinis RS Amanda, korban meninggal dunia karena tenggelam. Diduga kuat paru parunya kemasukan air. “Hasil pemeriksaan klinis korban meninggal dunia karena tenggelam, “tutur Ervana petugas RSU Amanda. (mi/okezone)

Komentar

komentar