Ada Aparat Dibalik Pabrik Tahu Berformalin?

309326_tahu-berformalin-dibuat-di-depok_663_382_sjdd0t

DEPOKPOS – Sebelumnya diberitakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggerebek sebuah pabrik tahu berbahan baku formalin di Jalan Kp. Sawah Rt 3/1 Desa Ragajaya, Bojonggede Depok, Rabu 22 April 2015. (Baca: Pabrik Tahu Berformalin Digerebek BPOM di Depok)

Diyakini jenis tahu sutra ini sudah dua tahun lebih diedarkan ke sejumlah pasar tradisional di kawasan Jabodetabek. Lalu bagaimana bisnis berbahaya ini bisa berjalan mulus?

Terbongkarnya kasus ini berawal dari aduan masyarakat. Bersama Mabes Polri, BPOM kemudian mengintai pabrik tahu Andriana Tia Mandiri, yang diyakini sebagai tempat produksi tahu berformalin tersebut.

BACA JUGA:  Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Sumbang Rp100 Juta Untuk Palestina

“Sudah dua minggu kita investigasi. Dari hasil penelusuran diketahui tahu ini menggunakan bahan pengawet berbahaya yakni formalin,” ujar Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan Hendri Siswadi.

Dalam sehari, pabrik yang telah beroperasi selama lebih dari dua tahun dan memperkerjakan lebih dari 30 orang buruh itu mampu meraup omset lebih dari Rp 10 juta/hari.

“Tahu yang dihasilkan 18 kuintal per hari. Pabrik ini sudah berjalan selama dua tahun lebih. Campuran formalinnya cukup besar dan sangat berbahaya,” ujar Hendri dikutip viva.

BACA JUGA:  Penggantian Antar Waktu (PAW), Rudi Setiawan Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Depok

Ironisnya, pabrik dengan luas lahan lebih dari satu hektare dan berada d ipinggir jalan ini tidak pernah tersentuh hukum. Bahkan, pengelola pabrik mengklaim telah mengantongi izin produksi.

“Saya enggak nyari bahannya, ada orang yang datang nawarin obat itu (formalin). Katanya enggak berbahaya,” kilah Sunaryo, pria yang mengaku sebagai pengelola pabrik tahu tersebut, pada petugas.

Sunaryo juga tak menampik jika dirinya kerap memberikan upeti kepada sejumlah oknum petugas yang mampir ke pabriknya. Ketika disingging dari institusi mana oknum pertugas itu? Sunaryo memilih bungkam.

BACA JUGA:  Penggantian Antar Waktu (PAW), Rudi Setiawan Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Depok

“Itu hanya uang rokok, cuma sumbangan aja kok,” dalihnya.

Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut BPOM. (mi/depokpos/viva)

Komentar

komentar