ABG Depok Diculik dan Disekap Selama Dua Bulan

Ilustrasi.

DEPOKPOS – Kejadian buruk itu menimpa M, siswi kelas 9 di salah satu SMP di kawasan Citayam Depok. Ia nyaris menjadi korban traficking (perdagangan manusia) setelah sempat diculik selama lebih dari dua bulan. Parahnya lagi, selain kerap disiksa, korban juga sempat beberapa kali dicabuli pelaku.

Kejadian ini bermula ketika M terjebak perangkap pelaku yang mengajaknya makan es krim usai pulang sekolah pada pertengahan Februari lalu. Korban yang tak menaruh curiga lantaran sebelumnya telah kenal dengan pelaku, yang diketahui berinisial Z. Namun rupanya, di perjalanan korban diancam. Selama dua bulan ditangan Z, korban sempat diajak ke sejumlah wilayah bahkan hingga ke kawasan Sumatera.

Kasus ini terbongkar setelah gadis berambut ikal bertubuh mungil itu berhasil mengirimkan pesan singkat melalui ponsel yang digeletakkan pelaku. Saat itu, pelaku sedang lengah. Dalam pesan singkat itu korban meminta tolong lantaran tak tahan kerap disiksa oleh Z.

“Dia (pelaku) sempat menelpon saya, dia minta uang tebusan Rp 10 juta. Saya benar-benar bingung karena sudah dua bulan anak saya diculik dia. Dia bilang kalau saya enggak transfer maka anak saya akan dibunuh atau dijual jadi pelacur ke Palembang,” ungkap MI, ayah korban.

Polisi pun langsung menyisir sejumlah kamar kontrakan di kawasan Cikupa, Tanggerang, tempat korban disekap. Alamat ini ia peroleh setelah sebelumnya mendapat pesan singkat dari M.

“Hati orangtua mana yang enggak hancur. Kami cari-cari anak kami, akhirnya Allah menujukan jalan. Setelah saya dapat alamat kontrakan tempat anak saya disekap saya langsung melapor ke polisi,” katanya.

Setelah beberapa pintu rumah kontrakan diperiksa, akhirnya ada salah seorang warga yang mengenali foto M dan menunjukkan kamar kontrakan yang dipakai untuk  menyekap M.

M ditemukan dalam keadaan lemas dengan luka lebam menutup bagian wajah. Tubuhnya, kata sang ayah, demam cukup tinggi dan menggigil hebat.

“Anak saya diperlakukan seperti binatang. Tadinya, kalau malam ini saya enggak transfer uang tebusan, maka anak saya akan dijual. Katanya ingin dijadikan pelacur. Ya Allah, semoga pelakunya dapat hukuman setimpal,” pungkas MI tanpa bisa membendung air matanya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Depok, Iptu Elli Padiansari mengatakan, saat ini kasusnya tengah ia dalami. Pemuda berinisial Z, yang diduga sebagai pelaku atas kasus ini sudah diamankan akan dikenakan pasal 332 tentang penculikan junto pasal 81 tentang pencabulan yang diatur dalam UU Perlindungan Anak. (am/depokpos)

Komentar

komentar