Jaringan Jurnalis Indonesia Kecam Aksi Brutal Satpam di Apartemen Cempaka Mas

tolak kekerasanJAKARTA (depokpos) – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) mengecam tindakan barbar puluhan satpam Apartemen Cempaka Mas, yang memukuli empat wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.  Organisasi wartawan ini juga mendesak kepolisian menindak pelaku kekerasan tersebut sesuai hukum yang berlaku.

“Kami minta pihak kepolisian serius menangani kasus kekerasan ini. Mengingat, pekerjaan wartawan dilindungi oleh UU No.40 tahun 1999 tentang Pers pasal 8. Selain itu pelaku juga bisa dijerat dengan KUHP pasal 170 (pengeroyokan), 351 (penganiayaan),” tegas Ketua Umum DPP Jaringan Jurnalis Indonesia Yaya Suryadarma kepada Depok Pos.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

Menurut Yaya yang juga warga Depok, JJI akan mengawal kasus ini hingga mendapat keadilan. Diharapkan, kasus-kasus kekerasan kepada wartawan saat bertugas tidak terjadi lagi. Dengan mengawal kasus ini, kepolisian sungguh-sungguh menerapkan hukum yang berlaku.

“Kekerasan tidak ada tempat di negara yang berasaskan Pancasila. Satpam mungkin hanya disuruh, cari siapa yang menyuruhnya juga dan hukum sesuai kesalahannya,” ujar Yaya, jebolan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pemukulan, seperti diungkapkan Muhammad Rizki dari Metro TV, berawal saat puluhan penghuni Apartemen Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat, protes kepada pengelola apartemen pada Senin (27/4) siang. Mereka protes karena pihak pengelola mematikan listrik secara sepihak, alasannya penghuni belum membayar tagihan listrik. Padahal penghuni mengaku sudah membayar tagihan listriknya.

BACA JUGA:  Tak Pandang Usia, Para Murid Perguruan Islam Al Syukro Universal Bantu Rohingya

Tiba-tiba, Komandan Satpam bernama Taufik Hidayat melarang empat wartawan mengabadikan protes penghuni apartemen. Mereka sempat beradu argumentasi dengan petugas satpam.  Namun tidak dihiraukan, Taufik Hidayat dengan nada provokatif menyuruh anak buahnya mengusir wartawan. Puluhan satpam langsung menggeroyok empat wartawan. Yakni Rani Sanjaya (RCTI), Samarta (SCTV), Muhammad Rizki (Metro TV) dan Robi Kurniawan (Beritasatu.com).

Pengeroyokan ini berhenti setelah penghuni apartemen melerainya. Petugas kepolisian dari Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, yang tengah mengawasi unjuk rasa penghuni apartemen tidak melakukan tindakan apapun. Akibatnya, Robi Kurniawan wartawan dari Beritasatu.com babak belur lantaran terluka parah di bagian kepala dan pipinya. Rani Sanjaya mengalami lebam-lebam. (Adhes Satria)

Komentar

komentar