Polres Sukabumi Bongkar Peredaran Bakso Celeng

Ilustrasi.

DEPOKPOS, Sukabumi – Jajaran Polres Sukabumi Kota Bersama Dinas Peternakan Kota Sukabumi membongkar peredaran bakso berbahan daging celeng (babi).  Polisi  menggerebek beberapa lokasi di tiga kecamatan yakni di Baros, Citamiang dan Cibereum.

Dalam penggerebekan Selasa (24/3) malam, polisi mengamankan tiga tersangka dan menyita 70 kilogram daging celeng.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman, menjelaskan daging celeng tersebut disuplay dari Tangerang, Banten oleh tersangka yang kini masih dikejar. Identitas tersangka sudah dikantongi petugas. Menurut Diki, pihaknya  memperluas jangkauan operasi termasuk ke seluruh penjual bakso di wilayah kota yang ditengarai mengoplos daging ini ke dalam bakso yang dijualnya.

BACA JUGA:  MUNAS FPPTI: Pustakawan Harus Berinovasi dan Mempunyai Visi Jauh ke Depan

“Kasusnya masih terus dikembangkan. Dari hasil uji laboratorium dinas peternakan, bakso tersebut memang dicampur dengan daging celeng,” kata Diki, Rabu (25/3), dikutip poskota.

Tersangka, HN, 21, mengaku sudah mengedarkan bahan bakso oplosan daging celeng  hampir enam bulan. Dalam dua hari sekali, dia  berbelanja daging celeng  tujuh karung dengan berat satu karungnya sekitar 50 kilogram.

“Daging celeng itu dari  Tangerang, Banten. Sebelum dioplos dengan daging sapi, daging celeng  disimpan di sebuah gudang milik warga berinisial SAM Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros. Hasil giling dijual sebagai bahan bakso dengan harga lebih murah dibawah pasaran yaitu Rp 60 ribu per kilogram,” jelas Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman Salim.

BACA JUGA:  Disdik Jabar Gelar Expo Automotive Pertama Kali di Indonesia, Program Berbagi Teknologi Otomotif untuk Guru SMK

Ditegaskan Sulaeman, beredarnya kasus bakso celeng ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Kemudian, polisi bekerja sama dengan dinas peternakan memastikan bahwa dalam daging itu positif mengandung daging celeng. (ag)

Komentar

komentar